Negosiasi Izin Penggunaan Aula Desa untuk Pelatihan Digital

Siang itu, suasana kantor desa terasa tenang namun penuh harap ketika Aris, Ketua Komunitas Pemuda Kreatif, melangkah masuk dengan membawa sebuah rencana besar untuk kemajuan desanya. Di balik senyum sopan dan sikapnya yang serius, tersimpan keinginan kuat untuk memberdayakan para pelaku UMKM melalui pelatihan literasi digital. Pertemuan singkat dengan Pak Surya, Kepala Desa yang dikenal bijaksana, pun menjadi awal dari sebuah negosiasi yang menentukan apakah mimpi kecil itu bisa segera terwujud di aula desa.

‎Pihak terlibat:

‎Aris: Ketua Komunitas Pemuda Kreatif (Pihak yang memohon).

‎Pak Surya: Kepala Desa (Pihak yang memberikan izin).

‎Aris: “Selamat siang, Pak Surya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menemui saya.”

‎Pak Surya: “Selamat siang, Aris. Silakan duduk. Ada keperluan apa ya kelihatannya serius sekali?”

‎Aris: “Begini, Pak. Komunitas kami berencana mengadakan kegiatan ‘Pelatihan Literasi Digital’ untuk membantu pelaku UMKM di desa kita agar bisa berjualan secara online. Kami bermaksud meminjam aula desa selama tiga hari pada akhir pekan depan.”

‎Pak Surya: “Wah, kegiatannya sangat positif. Tapi, tiga hari itu cukup lama, Aris. Selain itu, bulan ini tagihan listrik desa sedang membengkak. Jika kalian menggunakan AC dan banyak laptop di sana seharian, saya khawatir anggaran desa tidak mencukupi.”

‎Aris: “Kami memahami kendala tersebut, Pak. Untuk masalah biaya listrik, kami dari panitia sudah menyiapkan dana swadaya untuk membantu biaya operasional aula selama kegiatan berlangsung. Jadi, kami tidak akan membebankan anggaran desa sepenuhnya.”

‎Pak Surya: “Begitu ya? Tapi ada satu hal lagi. Hari Sabtu minggu depan biasanya ada kegiatan rutin senam lansia di aula tersebut pada pagi hari. Saya tidak bisa membatalkan acara orang tua kita.”

‎Aris: “Kalau begitu, bagaimana jika hari Sabtu kami mulai kegiatannya setelah jam 10 pagi, Pak? Jadi setelah ibu-ibu senam selesai, kami baru masuk. Sebagai timbal baliknya, anggota komunitas kami akan membantu menyiapkan peralatan senam dan langsung membersihkan aula setelahnya agar siap digunakan untuk pelatihan.”

‎Pak Surya: “Hmm, penawaran yang bagus. Jadi kalian membantu operasional listrik dan membantu teknis kegiatan lansia juga ya?”

‎Aris: “Benar, Pak. Kami ingin kegiatan ini berjalan tanpa mengganggu agenda desa yang sudah ada.”

Pak Surya: “Baiklah kalau begitu, saya setuju. Saya akan sampaikan ke staf administrasi agar aula dijadwalkan untuk kalian pada hari Jumat sampai Minggu depan. Pastikan kebersihan tetap terjaga, ya.”

‎Aris: “Tentu, Pak. Kami akan menjaga fasilitas desa dengan baik. Terima kasih banyak atas izin dan dukungannya, Pak.”

‎Pak Surya: “Sama-sama, Aris. Semoga sukses kegiatannya.”

rf: Rhea Azalea Bilqis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *