Ice Breaking dikelas

Tulisan sederhana  penulis kali ini mengangkat tema tentang ‘ ice breaking ‘Kata ice breaking berasal dari bahasa Inggris: ice = es (yang menggambarkan suasana kaku, tegang, atau belum akrab), breaking=memecahkan. Jadi, ice breaking berarti “memecahkan kebekuan” agar suasana menjadi lebih santai, akrab, dan menyenangkan.  ice breking dalam proses pembelajaran perlu ga sih ? pertanyaan ini selalu muncul saat diskusi dengan teman teman sejawat , ada beberapa teman yang ingin tahu bahkan sudah banyak yang melakukan kegiatan tersebut tapi ada juga yang berpendapat ‘…. ah saya ngajar ilmu pasti untuk apa ice breaking , pelajaran  saya cuma 2 jam ( satu kali pertemuan ) dalam satu minggu kalau pakai ice breaking nanti tidak terkejar materinya ….’ Itu pendapat teman –teman dah sah sah saja karena mereka punya argument masing masing . Hal ini juga bisa  kita pahami  bahwa ice breaking dalam proses pembelajaran bukan sesuatu yang diwajibkan jadi tidak ada istilah  ada  dusta diantara kita …..?!

Kejenuhan belajar merupakan masalah umum yang sering dialami para murid  di kelas. Rasa bosan, lelah, dan kehilangan konsentrasi dapat membuat murid  kurang bersemangat menerima materi. Jika dibiarkan, hal ini berdampak pada rendahnya motivasi dan prestasi belajar. Salah satu strategi sederhana yang dapat digunakan guru untuk mengatasi hal tersebut adalah ice breaking

Jauh sebelum pemerintah me launching kurikulum merdeka  yang sekarang jadi kurukulum nasional  kegiatan ice breaking sudah sering saya lakukan dan efek dari kegiatan ini sangat terasa walau hanya 2 sampai 3  menit membuat sebagian besar murid lebih fokus dan yang pasti energy dan semangat belajar kembali bangkit . Biasanya saya melakukan kegiatan ini melihat dulu kondisi murid murid di kelas artinya tidak serta merta sampai di dalam kelas langsung melakukan ice breaking. Ada beberapa strategi ice breaking bahkan cara mengecek kehadiran muridpun bisa dilakukan seperti ice breaking jadi tidak hanya memanggil nama satu persatu tapi bisa dengan berbagai pola  , ternyata cara ini juga menarik perhatian murid. ice breaking yang sering saya lakukan terutama pada saat jam jam rawan sehabis istirahat atau menjelang jam terakhir tapi kadang juga di jam awal pelajaran dengan melihat kondisi murid murid . Mungkin  ada yang berfikir  bahwa ice breaking itu ribet padahal dalam pratek sehari hari saya melakukan hanya dengan cara yang simple  misal : permainan sederhana ( tebak kata, sambung kata, atau tepuk berantai) ,  gerakan fisik ringan  : (senam otak, tepuk tangan berirama, atau peregangan tubuh) , humor atau cerita singkat: ( kisah lucu atau motivasi ringan yang saya alami ), aktivitas interaktif: ( permainan kelompok kecil untuk menumbuhkan kerja sama) .

Perlu dipahami dalam proses kegiatan belajar mengajar ada istilah  ‘memanusiakan hubungan’ nah ice breaking bisa dijadikan rujukan untuk membangun hubungan yang sinergis antara guru dengan  murid juga antara murid dengan murid. Melihat mereka tersenyum dan tertawa setelah ice breaking ternyata bisa menumbuhkan semangat saya untuk memberikan materi yang ingin disampaikan pada pertemuan itu, respon positif saat mereka melakukan semua instruksi terkait langkah langkah dalam kegiatan pembelajaran tercapai  menjadi point plus bahwa ice breaking memberikan kontribusi yang baik dalam proses belajar mengajar .Ice breaking bukan sekadar permainan atau hiburan, tetapi strategi penting dalam manajemen kelas. Jika dilakukan dengan tepat, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mengatasi kejenuhan, serta mendorong murid untuk lebih aktif dan semangat dalam mengikuti pelajaran.

Mengutip ayat dalam Al Qur’an yaitu surat Al-Mujadalah ayat 11: Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Hal ini menjadi motivasi kuat bagi umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *