Legenda Tapak Tuan

Di daerah Tapak Tuan, Aceh Selatan, terdapat sebuah batu besar di tepi laut yang memiliki bekas
tapak kakı raksasa. Masyarakat percaya bahwa tapak itu milik seorang tuan sakti yang disebut Tuan
Tapa atau Tapak Tuan.


Dahulu kala, di Kerajaan Asralanoka, hiduplah seorang raja dan permaisuri yang sudah lama tidak memiliki
anak. Suatu han, mereka menemukan dua bayi laki-laki dan perempuan yang terdampar di laut dalam sebuah
peti. Bayi itu kemudian diangkat menjadi pangeran dan putri oleh sang raja.
Ketika mereka dewasa, sang pangeran dan putri saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berlayar menuju
negeri lain untuk menikah. Namun, dalam pelayaran, kapal mereka diterpa badai besar dan terdampar di
pantai Aceh Selatan.

Di daerah itu tinggal seorang pertapa sakti bernama Tuan Tapa. la hidup menyendiri dan sangat disegani
penduduk sekitar. Saat pangeran dan putri terdampar, mereka dirawat oleh Tuan Tapa. Namun, karena salah
paham, sang pangeran mengira Tuan Tapa menculik kekasihnya, sehingga terjadilah pertarungan hebat antara
keduanya. Tuan Tapa yang marah menghentakkan kakinya dengan kuat ke tanah, sehingga meninggalkan
bekas tapak raksasa di batu karang di tepi laut. Setelah pertarungan, Tuan Tapa menghilang secara gaib, dan
rakyat pun menyebut tempat itu “Tapak Tuan’, yang artinya jejak kaki sang tuan.

Makna dan Pesan: Legenda Tapak Tuan mengandung pesan moral agar kita tidak mudah salah paham,
menghormati orang tua dan orang bijak, serta percaya bahwa setiap peristiwa memiliki hikmah.
Peninggalan: Hingga kini, Batu Tapak Tuan masih bisa dilihat di tepi pantai di Kota l’apak luan, Aceh Selatan.
Ukuran tapak kaki itu sangat besar panjangnya sekitar 2,5 meter dan menjadi objek wisata sejarah dan
budaya Aceh.

Ref. Rafif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *