Tempo

A rainy urban scene with wet streets and parked cars in Saint Petersburg, Russia, capturing the city's architecture.

Rintik hujan terjatuh di depan kantor peminjaman ketika Kinan melangkah masuk. Di balik meja, Pak Sasana sudah menunggu seseorang yang kiranya akan datang.

Pak Sasana: “Silakan duduk.”

Kinan: “Pak, saya datang untuk membicarakan pinjaman saya.”

Pak Sasana: “Jumlahnya sudah jelas. Hari ini harus lunas.”

Kinan: “Maaf, saya belum bisa membayar penuh. Saya berencana menegosiasikan perpanjangan waktu untuk melunasi.”

Pak Sasana: “Loh, semua orang ingin waktu.”

Kinan: “Dalam tujuh hari, Pak. Saya mohon, saya akan dapat pembayaran dari proyek kerja. Ini buktinya.”

Kinan menyerahkan kertas kepada Pak Sasana.

Pak Sasana: “Jika proyek itu tidak berhasil?”

Kinan: “Jikalau proyek saya tidak berhasil, saya siap menyerahkan jaminan. Tetapi jikalau berhasil, saya akan melunasi semuanya.”

Pak Sasana: “Mengapa saya harus percaya dengan Anda.”

Kinan: “Karena kalau saya pergi hari ini tanpa hasil kesepakatan, Bapak hanya mendapat jaminan. Namun jika Bapak memberi saya waktu, Bapak mendapat uang … juga satu orang yang menepati janjinya.”

Pak Sasana: “Baik. Tujuh hari.”

Kinan: “Terima kasih banyak.”

Ref : M.Kenzie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *