Rintik hujan terjatuh di depan kantor peminjaman ketika Kinan melangkah masuk. Di balik meja, Pak Sasana sudah menunggu seseorang yang kiranya akan datang.
Pak Sasana: “Silakan duduk.”
Kinan: “Pak, saya datang untuk membicarakan pinjaman saya.”
Pak Sasana: “Jumlahnya sudah jelas. Hari ini harus lunas.”
Kinan: “Maaf, saya belum bisa membayar penuh. Saya berencana menegosiasikan perpanjangan waktu untuk melunasi.”
Pak Sasana: “Loh, semua orang ingin waktu.”
Kinan: “Dalam tujuh hari, Pak. Saya mohon, saya akan dapat pembayaran dari proyek kerja. Ini buktinya.”
Kinan menyerahkan kertas kepada Pak Sasana.
Pak Sasana: “Jika proyek itu tidak berhasil?”
Kinan: “Jikalau proyek saya tidak berhasil, saya siap menyerahkan jaminan. Tetapi jikalau berhasil, saya akan melunasi semuanya.”
Pak Sasana: “Mengapa saya harus percaya dengan Anda.”
Kinan: “Karena kalau saya pergi hari ini tanpa hasil kesepakatan, Bapak hanya mendapat jaminan. Namun jika Bapak memberi saya waktu, Bapak mendapat uang … juga satu orang yang menepati janjinya.”
Pak Sasana: “Baik. Tujuh hari.”
Kinan: “Terima kasih banyak.”
Ref : M.Kenzie
