Teks Negosiasi Jual Beli Rumah

Bu Shinta: Selamat siang, Pak Aris. Saya sudah melihat kondisi rumahnya tadi. Lingkungannya tenang, tapi saya rasa harganya Rp750 juta masih terlalu tinggi untuk tipe ini.

 Pak Aris: Selamat siang, Bu Shinta. Itu sebenarnya sudah menyesuaikan harga pasar di sini, apalagi bangunannya baru saja saya renovasi di bagian atap dan cat.

 Bu Shinta: Betul Pak, bangunannya memang rapi. Tapi jalannya  sedikit sempit untuk dua mobil, dan akses ke jalan raya utama lumayan jauh.

 Pak Aris: Wajar saja Bu, karena ini konsepnya cluster privat. Namun, keamanan di sini 24 jam dan bebas banjir. Itu nilai tambah yang jarang ada sekarang.

 Bu Shinta: Saya mengerti nilainya, Pak. Bagaimana kalau saya tawar di angka Rp650 juta saja? Saya berencana bayar secara tunai bertahap.

 Pak Aris: Wah, kalau Rp650 juta jujur belum bisa, Bu. Itu terlalu jauh dari target saya. Paling rendah saya bisa lepas di angka Rp725 juta.

 Bu Shinta: Angka Rp725 juta masih di atas anggaran saya, Pak. Mengingat saya juga harus mengeluarkan biaya balik nama dan pajak pembeli yang tidak sedikit.

 Pak Aris: Begini saja, kalau Ibu serius, saya bisa turunkan ke Rp710 juta. Itu sudah harga ‘bersih’ untuk kondisi rumah yang siap huni tanpa perlu perbaikan lagi.

 Bu Shinta: Bagaimana kalau kita ambil jalan tengah di Rp685 juta, Pak? Jika Bapak setuju, minggu depan saya langsung urus tanda jadinya.

 Pak Aris: Aduh Bu Shinta, Rp685 juta masih belum menutup modal renovasi saya kemarin. Naikkan sedikit lagi ke Rp700 juta, dan rumah ini resmi milik Ibu.

 Bu Shinta: Rp700 juta ya, Pak? Tapi apakah harga tersebut sudah termasuk biaya pengosongan rumah dan bantuan pengurusan dokumen ke notaris?

 Pak Aris: Tentu, untuk pengurusan dokumen akan saya dampingi sampai selesai, dan rumah saya pastikan kosong serta bersih saat serah terima kunci.

 Bu Shinta: Baiklah, Rp700 juta saya rasa angka yang adil untuk kita berdua. Deal ya, Pak?

 Pak Aris: Deal, Bu Shinta. Saya senang rumah ini jatuh ke tangan orang yang tepat.

 Bu Shinta: Terima kasih, Pak Aris. Besok saya akan kirimkan draf surat perjanjian jual belinya untuk kita tinjau bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *